Make your own free website on Tripod.com
Hikmah.


      Rasulullah SAW, dengan sahabat-sahabatnya Abakar r.a., Umar r.a.,
      Utsman r.a., dan 'Ali r.a., bertamu ke rumah Ali r.a. Di rumah Ali
      r.a. istrinya Sayidatina Fathimah r.ha. putri Rasulullah SAW
      menghidangkan untuk mereka madu yang diletakkan di dalam sebuah
      mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan
      sehelai rambut terikut di dalam mangkuk itu. Baginda Rasulullah SAW
      kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan
      terhadap ketiga benda tersebut (Mangkuk yang cantik, madu, dan
      sehelai rambut).


      Abubakar r.a. berkata, "iman itu lebih cantik dari mangkuk yang
      cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan
      mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut".


      Umar r.a. berkata, "kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang
      cantik ini, seorang raja itu lebih manis dari madu, dan memerintah
      dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".


      Utsman r.a. berkata, "ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik
      ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu, dan ber'amal
      dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai
      rambut".


      'Ali r.a. berkata, "tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik
      ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang
      sampai kembali pulang ke rumanya adalah lebih sulit dari meniti
      sehelai rambut".


      Fatimah r.ha.berkata, "seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah
      mangkuk yang cantik, wanita yang ber-purdah itu lebih manis dari
      madu, dan mendapatkan seorang wanita yangtak pernah dilihat orang
      lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut".


      Rasulullah SAW berkata, "seorang yang mendapat taufiq untuk ber'amal
      adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, ber'amal dengan
      'amal yang baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat 'amal dengan
      ikhlas adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".


      Malaikat Jibril AS berkata, "menegakkan pilar-pilar agama itu lebih
      cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, menyerahkan diri; harta; dan
      waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan
      usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai
      rambut".


      Allah SWT berfirman, " Sorga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang
      cantik itu, nikmat sorga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan
      menuju sorga-Ku adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".


       PENGHAYATAN ISLAM SEJATI, WAWASAN TARBIYYAH UMMAH